29.12.07

KESEIMBANGAN SAMUDERA

Hujan, laut, sungai, aliran air, samudera, air minum yang mengalir saat Anda membuka keran…
Orang sudah begitu terbiasa dengan kehadiran air sehingga mungkin mereka tidak pernah berpikir tentang
kenyataan bahwa sebagian besar permukaan bumi -sebenarnya, hampir seluruhnya- diliputi dengan air.
Tetapi, hal yang luar biasa penting di sini adalah, di antara semua benda-benda angkasa yang dikenal, hanya
bumi yang menyediakan air yang dapat diminum.
Air adalah syarat dasar untuk kehidupan, tetapi sama sekali tidak terdapat pada ke-63 benda angkasa
lain di tata-surya kita. Walaupun demikian, empat per lima bagian permukaan bumi seluruhnya tertutup
dengan air. Selain samudra yang mengandung massa air dalam jumlah besar, ada beragam sumber air
lainnya yang saling berbeda dalam ukuran dan sifatnya, misalnya sungai dan danau kecil. Sebagian air ini
terlalu asin untuk diminum, tetapi sebagian yang lain rasanya tawar. Ada keseimbangan air yang telah
disusun dengan sempurna berdasarkan kebutuhan semua makhluk hidup di bumi.
Berkat air, berjuta spesies makhluk dapat hadir di bumi, sehingga terpeliharalah keseimbangan yang
dibutuhkan dalam kehidupan. Contohnya, awan dan hujan terjadi karena penguapan sejumlah besar massa
air. Air punya kemampuan yang besar untuk menarik dan menahan panas. Karena alasan inilah, massa air
yang besar dalam samudra dan laut, menjaga keseimbangan panas dunia ini. Oleh karena itu, perbedaan
suhu antara siang dan malam hari di wilayah-wilayah di dekat laut sangatlah tipis. Wilayah tersebut jadi
lebih cocok untuk ditinggali.
Keberadaan samudra, bila dilihat dari sudut pandang burung seperti tampak pada gambar bagian atas
di halaman sebelah kanan ini, benar-benar bermakna penting. Karena lebih sedikit memantulkan sinar
matahari daripada daratan, samudra lebih banyak menerima energi matahari, tetapi panas tersebar secara
lebih berimbang pada samudra. Karena itu, samudra mendinginkan wilayah khatulistiwa dan mencegahnya
agar tidak terlalu panas, dan juga menghangatkan air di wilayah kutub agar tidak benar-benar membeku.
Karena air mempunyai sifat yang tembus pandang, lumut air dapat melakukan fotosintesis di bawah
permukaan laut. Air adalah salah satu dari sedikit saja janis zat di alam yang mengembang saat membeku.
Karena hal inilah laut dan samudra tidak membeku dari bawah ke atas.
Semua sifat kimia dan fisika air, yang baru sedikit dicukilkan di sini, menunjukkan kepada kita bahwa
cairan ini sudah diciptakan demikian khusus untuk kebutuhan ummat manusia. Jelas bukan kebetulan bahwa
air tidak tersedia di planet selain bumi. Bumi, yang telah diciptakan khusus untuk kehidupan manusia, telah
merekah dengan kehidupan melalui adanya air, yang juga telah diciptakan dengan khusus. Allah, yang telah
menciptakan nikmat yang tidak terhitung banyaknya bagi hamba-hamba-Nya dan melimpahkan kepada
mereka cara kehidupan yang mudah, telah menciptakan air dengan ketelitian dan cita rasa seni yang khas.
Sebagaimana yang dinyatakan-Nya di dalam Al-Quran, "Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari
langit…" (QS. An Nahl, 16: 10)

HARUN YAHYA Penerjemah: Rina S. MarzukiPenyunting: Aryani{C} All rights reserved All Rights Reserved. No part of this publication may beReproduced, stored in a retrieval system or transmitted in any form or by any means,electronic, mechanical, photocopying, recording or otherwise, without the prior writtenconsent of the publisher.All translations from the Qur'an are from The Noble Qur'an: a New Rendering of itsMeaning in English by Hajj Abdalhaqq and Aisha Bewley, published by Bookwork, Norwich,UK, 1420 CE/1999 AH.Title: Magnificence EverywhereAuthor: Harun YahyaEdited by: Branwen Denton

Tidak ada komentar: