29.12.07

PERAN PEGUNUNGAN DALAM MEMPERKUAT KERAK BUMI

Kerak bumi, permukaan yang kita gunakan sehari-hari untuk berjalan dan membangun rumah
kita dengan aman, sebenarnya bergerak pada lapisan yang disebut selubung bumi, yang lebih rapat
daripada kerak bumi. Jika tidak ada sistem yang menjaga agar gerakan ini terkendali, goncangan
dan gempa bumi akan terjadi terus-menerus di bumi sehingga dunia ini benar-benar tidak dapat
dihuni. Namun, pegunungan dan perluasannya di bawah tanah sangat mengurangi gerak bawah
tanah ini, dan karena itu, juga meredam goncangan-goncangan seperti itu.
Pegunungan di bumi terbentuk akibat gerakan dan tabrakan lempeng-lempeng besar yang merupakan
kerak bumi. Saat dua lempeng ini bertabrakan, ujung salah satunya biasanya meluncur masuk ke bawah
ujung lempeng yang satu lagi. Lempeng yang di bagian atas terdorong ke atas sehingga membentuk
pegunungan. Pada saat yang sama, lempeng yang berada di dasar terus maju di bawah tanah dengan cara
yang serupa sehingga membentuk tonjolan yang dalam. Hal ini berarti pegunungan memiliki tonjolantonjolan
ke bawah yang dalam, yang sama besarnya dengan apa yang tampak di permukaan. Dengan kata
lain, pegunungan berakar dengan kokoh di lapisan bumi yang disebut selubung.
Karena itulah, pegunungan mengikat lempeng-lempeng bumi secara efektif dengan cara
membentangkan diri di atas dan di bawah bidang pertemuan kedua lempeng tadi. Dengan cara ini,
pegunungan menghalangi kerak bumi menggelincir di lapisan magma atau di antara lapisanlapisannya
sendiri. Singkatnya, kita dapat membandingkan pegunungan dengan paku atau pasak
yang dengan kokoh menyatukan bilah-bilah kayu. Sifat pegunungan ini, dengan menetralkan
ketidakstabilan kerak bumi, amat berarti dalam mencegah terjadinya guncangan.
Pegunungan yang tampak menakjubkan ini juga memiliki peran lain dalam mempertahankan
beberapa keseimbangan tertentu di bumi, terutama dalam menyebarkan panas.
Perbedaan suhu di khatulistiwa dengan suhu di kutub bumi adalah sekitar 100 oC (212 oF). Jika
rentang suhu seperti ini terjadi di permukaan, badai dengan kecepatan membabi-buta hingga mencapai 1000
km (621 mil) per jam akan membinasakan bumi. Tetapi permukaan bumi yang tidak rata menghalangi aliran
udara kencang yang dapat diakibatkan oleh perbedaan panas seperti itu. Jajaran pegunungan ini terbentang
mulai dari Himalaya di Cina, berlanjut ke jajaran pegunungan Taurus di Turki bagian selatan, dan kemudian
kembali ke atas menuju ke pegunungan Alpen di Eropa. Jajaran pegunungan di samudra Atlantik dan
Pasifik juga sesuai dengan pola ini.
Seperti semua detil-detil lainnya di bumi, apa yang terwujud di pegunungan adalah bagian dari karya
seni Allah yang tak terhingga. Allah sudah menciptakan dunia tempat kita tinggal ini dengan cara
yang betul-betul sempurna. Dengan melihat contoh-contoh yang menakjubkan ini, manusia harus mengakui
bahwa fakta terpenting dalam kehidupannya adalah tugas untuk melayani Allah dan berusaha hanya untuk
memenuhi ini semata. Karena, manusia membutuhkan nikmat-nikmat Allah yang tidak terhitung, sedangkan
Allah Mahakaya dan tidak membutuhkan apa-apa.

HARUN YAHYA Penerjemah: Rina S. MarzukiPenyunting: Aryani{C} All rights reserved All Rights Reserved. No part of this publication may beReproduced, stored in a retrieval system or transmitted in any form or by any means,electronic, mechanical, photocopying, recording or otherwise, without the prior writtenconsent of the publisher.All translations from the Qur'an are from The Noble Qur'an: a New Rendering of itsMeaning in English by Hajj Abdalhaqq and Aisha Bewley, published by Bookwork, Norwich,UK, 1420 CE/1999 AH.Title: Magnificence EverywhereAuthor: Harun YahyaEdited by: Branwen Denton

Tidak ada komentar: