27.12.07

Hasyim Muzadi Dukung Sikap Rusia Soal Nuklir Iran


Nadhifa Putri - detikcom (18/10/2007)


Jakarta - Rusia memberikan dukungan bagi program nuklir Iran. Hal ini pun mengundang komentar dari Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) Hasyim Muzadi. Menurutnya langkah Rusia itu akan menghambat gerak Amerika Serikat untuk menyerang Iran.
"Dukungan Rusia tentang nuklir untuk damai paling tidak akan 'menghambat' foreign policy George W Bush dalam mengisolasi serta menyerang Iran," kata Hasyim dalam siaran persnya di Jakara, Kamis (18/10/2007).
Hasyim yang juga Ketua Umum PBNU ini menambahkan dukungan Rusia itu sebagai perkembangan positif dan memiliki pengaruh besar terhadap penyelesaian masalah nuklir Iran.
Meski demikian pihaknya masih pesimis bahwa Bush akan menghentikan ancamannya terhadap Iran karena berdasarkan pengalaman yang telah lalu Presiden AS itu selalu menuruti keinginannya hatinya meski dunia menentang kebijakannya yang kontroversial seperti yang terjadi pada kasus perang Iraq.
"Setidaknya ada imbangan dari Rusia terhadap hegemoni super power yang semena mena," tambah dia.
Menurutnya sejak kasus nuklir Iran mulai mencuat ICIS telah menyatakan dukungan terhadap program nuklir yang dikembangkan oleh Iran sebagai Negara berdaulat yang punya hak untuk maju dengan teknologi nuklir.
"ICIS sejak awal menyokong hak Iran sebagai Negara berdaulat untuk mempunyai teknologi nuklir damai dan perkembangan menarik tentang dukungan Rusia ini semoga menambah keberanian Indonesia untuk sedikit mengangkat muka terhadap foreign policy George W Bush," jelasnya.
Sebagaimana diberitakan bahwa Rusia kembali menegaskan dukungannya terhadap Iran dan menentang rencana agresi Bush ke Iran. Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin telah melakukan pertemuan dengan pemimpin spiritual Iran Ayatullah Khomeini dan akan mengundang Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad melakukan kunjungan balasan ke Moskow. ( ndr )

Tidak ada komentar: