29.12.07

DARI TIDAK ADA MENJADI ADA: DENTUMAN BESAR (THE BIG BANG)

Tahukah Anda bahwa segala sesuatu yang Anda lihat di sekitar Anda, tubuh Anda sendiri, rumah
yang Anda huni, kursi yang Anda duduki, ayah dan ibu Anda, pepohonan, burung-burung, tanah dan buahbuahan,
singkatnya, semua makhluk hidup dan benda mati yang mampu Anda bayangkan, timbul melalui
bergabungnya atom-atom yang disebabkan oleh "Dentuman Besar" atau Big Bang? Sadarkah Anda akan
kenyataan bahwa, setelah ledakan ini, muncullah keteraturan yang sempurna di seluruh jagat raya? Lalu,
apakah "Dentuman Besar" itu?
Selama satu abad terakhir, serangkaian percobaan, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan
dengan menggunakan teknologi mutakhir, telah mengungkapkan tanpa ragu bahwa alam semesta memiliki
permulaan. Para ilmuwan telah memastikan bahwa alam semesta berada dalam keadaan yang terus
mengembang. Dan mereka telah menyimpulkan bahwa, karena alam semesta mengembang, jika alam ini
dapat bergerak mundur dalam waktu, alam semesta ini tentulah memulai pengembangannya dari sebuah titik
tunggal. Sungguh, kesimpulan yang telah dicapai ilmu pengetahuan saat ini adalah alam semesta bermula
dari ledakan titik tunggal ini. Ledakan ini disebut "Dentuman Besar" atau Big Bang.
Penciptaan suatu keteraturan sempurna menyusul peristiwa Big Bang sama sekali bukanlah gejala
yang dapat dianggap sebagai peristiwa biasa. Pikirkanlah tentang kenyataan bahwa beribu-ribu jenis ledakan
sering terjadi di bumi, tetapi tak ada keteraturan yang dihasilkannya. Bahkan sebaliknya, semua itu
mengarah ke akibat yang menghancurkan, merusak, dan membinasakan. Contohnya, bila bom atom atau
bom hidrogen, letusan gunung berapi, ledakan gas alam, dan ledakan yang terjadi di matahari diamati, kita
dapat melihat bahwa dampak yang ditimbulkannya selalu membahayakan. Akibat yang bersifat membangun
keteraturan atau sesuatu yang lebih baik tidak pernah diperoleh sebagai akibat dari suatu ledakan. Akan
tetapi, menurut data ilmiah yang diperoleh dengan bantuan teknologi modern, Big Bang, yang terjadi ribuan
tahun lalu, menyebabkan perubahan dari tiada menjadi ada, bahkan menghadirkan keberadaan yang sangat
teratur dan selaras.
Sekarang, mari kita pikirkan contoh berikut: Di bawah tanah, terjadi ledakan dinamit dan, setelah
ledakan ini, istana paling indah yang pernah disaksikan dunia, lengkap dengan jendela, pintu, dan perabotan
yang mewah dan indah, tiba-tiba muncul. Masuk akalkah untuk menyatakan bahwa, "Ini menjadi ada secara
kebetulan"? Dapatkah istana itu terwujud dengan sendirinya? Tentu saja tidak!
Alam semesta yang terbentuk setelah Big Bang merupakan sistem yang demikian hebat, terencana
dengan sangat cermat, dan menakjubkan sehingga ini sudah pasti tidak mungkin disejajarkan dengan istana
yang ada di bumi. Dalam keadaan seperti ini, sama sekali tidak masuk akal untuk menyatakan bahwa alam
semesta menjadi ada dengan sendirinya. Alam semesta tiba-tiba saja muncul menjadi ada dari ketiadaan.
Hal ini menunjukkan kepada kita keberadaan Pencipta Yang menciptakan benda atau materi dari ketiadaan
dan Yang menjaganya setiap saat dalam kendali-Nya. Dialah Yang Maha Bijaksana dan Mahakuasa. Sang
Pencipta ini adalah Allah, Yang Mahaperkasa.


Title: Magnificence Everywhere
Author: Harun Yahya
Edited by: Branwen Denton

HARUN YAHYA
Penerjemah: Rina S. Marzuki
Penyunting: Aryani

Tidak ada komentar: